Implementasi Self-Journey Art Therapy untuk Mengurangi Stres pada Karyawan di PT. Bhakti Unggul Teknovasi

Authors

  • Muhammad Fathi Rabbani Telkom University
  • Seno Adi Putra Telkom University

DOI:

https://doi.org/10.24903/jam.v10i01.3836

Keywords:

Expressive Art, mental health, Sumber Daya Manusia, Pelatihan dan Pengembangan, Kualitas Kerja, stress management

Abstract

Kesehatan mental karyawan merupakan aspek penting yang mempengaruhi produktivitas dan kenyamanan dalam bekerja. Observasi internal di PT Bhakti Unggul Teknovasi menunjukkan adanya tekanan psikologis yang cukup tinggi pada sebagian karyawan, sehingga diperlukan upaya pendampingan dalam memberikan ruang ekspresi secara emosional. Kegiatan ini bertujuan mengetahui dampak art therapy berbasis mask painting terhadap tingkat stres karyawan. Pendampingan dilaksanakan dalam satu sesi selama kurang lebih empat jam dan diikuti oleh 37 karyawan, dengan 24 orang mengisi kuesioner pre-test dan post-test secara lengkap. Tingkat stres diukur menggunakan skala 1–10 sebelum dan sesudah intervensi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa rata-rata tingkat stres awal peserta berada pada angka 61,6% dan menurun menjadi 44,5% setelah kegiatan, sehingga terdapat penurunan sekitar 17,1 poin persentase. Selain penurunan secara kuantitatif, peserta juga melaporkan manfaat subjektif berupa perasaan lebih tenang dan rileks, memiliki waktu untuk diri sendiri, serta mampu mengekspresikan emosi yang sebelumnya tertahan. Proses melukis, Forum Group Discussion, dan pendampingan psikolog turut berkontribusi pada terciptanya pengalaman yang aman dan bermakna bagi peserta. Temuan ini menunjukkan bahwa art therapy berpotensi menjadi salah satu bentuk intervensi singkat yang efektif untuk mendukung kesehatan mental karyawan, meskipun intervensi yang baru dilakukan satu kali dan konteks yang terbatas pada satu perusahaan menjadi keterbatasan yang perlu diperhatikan dalam pengembangan program dan penelitian lanjutan.

References

Aprilia , M. I. (2025). Implementasi Art Therapy Untuk Regulasi Emosi Warga Binaan di Lapas Kelas II A Purwokerto. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(9), 4530–4536. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i9.3303

Harter, J. (2023). Globally, employees are more engaged—and stressed. Washington, DC: Gallup. Retrieved from https://www.gallup.com/workplace/506798/globally-employees-engaged-stressed.aspx

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan nasional Riskesdas 2018. Jakarta, Indonesia: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.

Nuari, A., & Modjo, R. (2023). Beban kerja dan stres kerja karyawan perusahaan di masa pasca COVID-19. Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES, 14(4), 661-665. doi:10.33846/sf14401

Sayers J. (2001). The world health report 2001 — Mental health: new understanding, new hope. Bulletin of the World Health Organization, 79(11), 1085.

Zaenal, Z., & Rosida, R. (2025). Efektivitas Terapi Seni (Art Therapy) Terhadap Ekspresi Emosi Pada Pasien Dengan Gangguan Jiwa. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1), 106–116. https://doi.org/10.59585/bajik.v4i1.846

Downloads

Published

2026-01-17

How to Cite

Rabbani, M. F., & Putra, S. A. (2026). Implementasi Self-Journey Art Therapy untuk Mengurangi Stres pada Karyawan di PT. Bhakti Unggul Teknovasi. Jurnal Abdimas Mahakam, 10(01), 154–161. https://doi.org/10.24903/jam.v10i01.3836

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.