Pelatihan Manajemen dan Produksi Hibrid Pertunjukan dan Film ‘Sang Blawong’ di Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri
DOI:
https://doi.org/10.24903/jam.v10i01.3709Keywords:
seni hibrid; pesantren; manajemen produksi; film pendek; experiential learning; dakwah kreatif; Sang Blawong; pemberdayaan komunitasAbstract
Artikel ini membahas model pemberdayaan komunitas pesantren melalui pelatihan manajemen dan produksi seni hibrid penggabungan antara panggung pertunjukan dan film dalam proyek bertajuk Sang Blawong. Fokus kegiatannya adalah peningkatan kapasitas kreatif dan teknis santri Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri sebagai bagian dari transformasi pendidikan seni berbasis nilai keagamaan. Tujuan utama pengabdian ini adalah mengembangkan keterampilan manajerial, penulisan naskah, sinematografi, seni suara, serta penyutradaraan pertunjukan hibrid dalam satu model pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Metode yang digunakan meliputi lokakarya interaktif, praktik produksi langsung, dan pendekatan partisipatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, proses dokumentasi, dan evaluasi hasil karya. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan santri dalam mengelola produksi seni secara profesional, menghasilkan naskah dan film pendek Sang Blawong, serta menampilkan pertunjukan hibrid yang merepresentasikan nilai-nilai keislaman dan lokalitas. Temuan ini menegaskan bahwa seni hibrid dapat menjadi media dakwah kreatif yang efektif sekaligus memperkuat ekonomi kreatif berbasis pesantren. Kontribusi utama kegiatan ini terletak pada pembentukan kelompok seni pesantren yang berkelanjutan serta model integrasi seni, pendidikan, dan nilai keagamaan dalam satu ekosistem kreatif yang aplikatif.
References
Arifin, R. (2023). Pelatihan seni kontemporer berbasis komunitas pesantren: Studi kasus Pesantren Al Falah. Universitas Islam.
Arifin, R. (2023). Strategi pemberdayaan komunitas melalui produksi seni hibrid di pesantren. Jurnal Pengabdian PKM.
Boal, A. (1993). Theatre of the oppressed. London: Routledge.
Cahyono, B. (2022). Literasi media digital dalam pendidikan Islam pesantren. Jurnal Teknologi Pendidikan Islam.
Castells, M. (2009). The rise of the network society (2nd ed.). Oxford: Wiley-Blackwell.
Dewey, J. (1938). Experience and education. New York: Macmillan.
Dwi, T. S. (2021). Pembelajaran partisipatif dalam kelompok seni pesantren. Jurnal Community Art.
Elam, K. (2002). The semiotics of theatre and drama (2nd ed.). London: Routledge.
Fischer-Lichte, E. (2008). The transformative power of performance: A new aesthetics. London: Routledge.
Fitrianto, I. R. (2022). Nilai Islam dalam pesan dakwah film Sang Kiai: Analisis semiotika Roland Barthes (Skripsi). UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Hanny, S. (2024). Relasi gender di lingkungan pesantren dalam film Hati Suhita (2023). Repository UIN Saizu.
Heryanto, Z. (2021). Seni pertunjukan pesantren sebagai ruang ekspresi religius kontemporer. Jurnal Kebudayaan.
Huda, M. (2024). Model pelatihan seni kolaboratif berbasis pesantren. Jurnal Pendidikan Seni.
Jenkins, H. (2006). Convergence culture: Where old and new media collide. New York: New York University Press.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Kebijakan pengembangan ekosistem kebudayaan nasional. Jakarta: Kemendikbudristek.
Nurhasanah, D. (2019). Kajian integrasi seni pertunjukan dan media film di lingkungan pesantren. Jurnal Seni dan Budaya Indonesia.
Nurhasanah, D. (2022). Eksplorasi audiovisual lokal dalam film pendek dakwah pesantren. Jurnal Seni Visual Islami.
Prasetyo, Y. (2023). Penguatan kreativitas santri melalui produksi film pendek. Jurnal Kreativitas Pendidikan Agama.
Rahmawati, N. (2023). Revitalisasi budaya lokal pesantren melalui artefak pertunjukan. Jurnal Budaya dan Komunitas.
Santosa, B., & Achadi, H. (2021). Manajemen pengembangan kurikulum berbasis pesantren. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam (J-MPI).
Sari, L. (2023). Pendidikan seni pertunjukan dalam konteks pesantren masa kini. Jurnal Studi Seni Islami.
Susanto, M. (2020). Kajian seni tradisi pesantren dan dakwah kultural. Jurnal Dakwah Kreatif.
Sutrisno, A., & Syukur, S. W. (2022). Breakthrough communication in a hybrid world: Amplifying interactive, experiential learning in performing arts. Jurnal Seni Pertunjukan Indonesia.
Yulianti, S. (2022). Musik vokal lalaran sebagai media dakwah kontemporer. Jurnal Musik Tradisi Islam.
Zamroni, K. (2020). Peran pesantren sebagai pusat pembelajaran multidisipliner adaptif. Jurnal Pendidikan Islam.
*(2025). Hybrid learning model in Ma’had ‘Aly UIN Maulana Malik Ibrahim. Abjadia Journal. Retrieved from HYPERLINK "https://ejournal.uin-malang.ac.id" t "_new" https://ejournal.uin-malang.ac.id
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Syaiful Basri, Syafiul Anam, Anbie Haldini Muhammad

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.



