Peningkatan Literasi Digital dan Literasi Keuangan Digital melalui Aplikasi Pencatatan laporan Keuangan Digital: SMART untuk UMKM Anak Berkebutuhan Khusus di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

Authors

DOI:

https://doi.org/10.24903/jam.v10i01.3882

Keywords:

anak berkebutuhan khusus, aplikasi laporan keuangan, aplikasi SMART, UMKM Anak berkebutuhan khusus, literasi keuangan digital, literasi digital

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan UMKM yang beranggotakan ABK, yaitu kelompok keluarga dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Berdasarkan hasil analisis kondisi awal, kelompok UMKM ini memiliki potensi ekonomi melalui usaha mikro berbasis produk, namun masih menghadapi kendala utama berupa minimnya pencatatan keuangan dan lemahnya kapasitas pemasaran digital. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan dua tujuan utama. Pertama, mengembangkan aplikasi pencatatan keuangan sederhana dan mudah digunakan oleh UMKM ABK bernama SMART guna meningkatkan kemampuan mereka dalam memonitor arus kas, mencatat transaksi, dan memahami kondisi keuangan usaha. Kedua, memberikan pelatihan pemasaran dan marketing digital agar UMKM ABK mampu mempromosikan produk secara lebih efektif, memanfaatkan media sosial, serta meningkatkan jangkauan pasar. Kegiatan pengabdian dilakukan di Kampung Rancakihiang, RT 01/RW 10 Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Jawa Barat, Indonesia dengan dihadiri oleh 29 peserta. Metode yang digunakan adalah penelitian action research dan workshop dimana para peserta mendapatkan pelatihan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi SMART untuk pencatatan laporan keuangan secara digital. Integrasi aplikasi keuangan dan pelatihan pemasaran ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas digital dan kemandirian ekonomi UMKM ABK secara berkelanjutan. Penyebaran penggunaan SMART kepada banyak UMKM baik ABK ataupun tidak dapat menjadi keberlanjutan dari kegiatan pengabdian ini.

Author Biographies

Sylviana Maya Damayanti, Institut Teknologi Bandung

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan UMKM yang beranggotakan ABK, yaitu kelompok keluarga dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Berdasarkan hasil analisis kondisi awal, kelompok UMKM ini memiliki potensi ekonomi melalui usaha mikro berbasis produk, namun masih menghadapi kendala utama berupa minimnya pencatatan keuangan dan lemahnya kapasitas pemasaran digital. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan dua tujuan utama. Pertama, mengembangkan aplikasi pencatatan keuangan sederhana dan mudah digunakan oleh UMKM ABK bernama SMART guna meningkatkan kemampuan mereka dalam memonitor arus kas, mencatat transaksi, dan memahami kondisi keuangan usaha. Kedua, memberikan pelatihan pemasaran dan marketing digital agar UMKM ABK mampu mempromosikan produk secara lebih efektif, memanfaatkan media sosial, serta meningkatkan jangkauan pasar. Kegiatan pengabdian dilakukan di Kampung Rancakihiang, RT 01/RW 10 Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Jawa Barat, Indonesia dengan dihadiri oleh 29 peserta. Metode yang digunakan adalah penelitian action research dan workshop dimana para peserta mendapatkan pelatihan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi SMART untuk pencatatan laporan keuangan secara digital. Integrasi aplikasi keuangan dan pelatihan pemasaran ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas digital dan kemandirian ekonomi UMKM ABK secara berkelanjutan. Penyebaran penggunaan SMART kepada banyak UMKM baik ABK ataupun tidak dapat menjadi keberlanjutan dari kegiatan pengabdian ini.

Arry Akhmad Arman, Institut Teknologi Bandung

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan UMKM yang beranggotakan ABK, yaitu kelompok keluarga dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Berdasarkan hasil analisis kondisi awal, kelompok UMKM ini memiliki potensi ekonomi melalui usaha mikro berbasis produk, namun masih menghadapi kendala utama berupa minimnya pencatatan keuangan dan lemahnya kapasitas pemasaran digital. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan dua tujuan utama. Pertama, mengembangkan aplikasi pencatatan keuangan sederhana dan mudah digunakan oleh UMKM ABK bernama SMART guna meningkatkan kemampuan mereka dalam memonitor arus kas, mencatat transaksi, dan memahami kondisi keuangan usaha. Kedua, memberikan pelatihan pemasaran dan marketing digital agar UMKM ABK mampu mempromosikan produk secara lebih efektif, memanfaatkan media sosial, serta meningkatkan jangkauan pasar. Kegiatan pengabdian dilakukan di Kampung Rancakihiang, RT 01/RW 10 Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Jawa Barat, Indonesia dengan dihadiri oleh 29 peserta. Metode yang digunakan adalah penelitian action research dan workshop dimana para peserta mendapatkan pelatihan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi SMART untuk pencatatan laporan keuangan secara digital. Integrasi aplikasi keuangan dan pelatihan pemasaran ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas digital dan kemandirian ekonomi UMKM ABK secara berkelanjutan. Penyebaran penggunaan SMART kepada banyak UMKM baik ABK ataupun tidak dapat menjadi keberlanjutan dari kegiatan pengabdian ini.

Arinda Mentari Putri, Institut Teknologi Bandung

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan UMKM yang beranggotakan ABK, yaitu kelompok keluarga dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Berdasarkan hasil analisis kondisi awal, kelompok UMKM ini memiliki potensi ekonomi melalui usaha mikro berbasis produk, namun masih menghadapi kendala utama berupa minimnya pencatatan keuangan dan lemahnya kapasitas pemasaran digital. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan dua tujuan utama. Pertama, mengembangkan aplikasi pencatatan keuangan sederhana dan mudah digunakan oleh UMKM ABK bernama SMART guna meningkatkan kemampuan mereka dalam memonitor arus kas, mencatat transaksi, dan memahami kondisi keuangan usaha. Kedua, memberikan pelatihan pemasaran dan marketing digital agar UMKM ABK mampu mempromosikan produk secara lebih efektif, memanfaatkan media sosial, serta meningkatkan jangkauan pasar. Kegiatan pengabdian dilakukan di Kampung Rancakihiang, RT 01/RW 10 Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Jawa Barat, Indonesia dengan dihadiri oleh 29 peserta. Metode yang digunakan adalah penelitian action research dan workshop dimana para peserta mendapatkan pelatihan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi SMART untuk pencatatan laporan keuangan secara digital. Integrasi aplikasi keuangan dan pelatihan pemasaran ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas digital dan kemandirian ekonomi UMKM ABK secara berkelanjutan. Penyebaran penggunaan SMART kepada banyak UMKM baik ABK ataupun tidak dapat menjadi keberlanjutan dari kegiatan pengabdian ini.

Octaviani Ratna Sari Santoso, Politeknik Pajajaran ICB Bandung

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan UMKM yang beranggotakan ABK, yaitu kelompok keluarga dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Berdasarkan hasil analisis kondisi awal, kelompok UMKM ini memiliki potensi ekonomi melalui usaha mikro berbasis produk, namun masih menghadapi kendala utama berupa minimnya pencatatan keuangan dan lemahnya kapasitas pemasaran digital. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan dua tujuan utama. Pertama, mengembangkan aplikasi pencatatan keuangan sederhana dan mudah digunakan oleh UMKM ABK bernama SMART guna meningkatkan kemampuan mereka dalam memonitor arus kas, mencatat transaksi, dan memahami kondisi keuangan usaha. Kedua, memberikan pelatihan pemasaran dan marketing digital agar UMKM ABK mampu mempromosikan produk secara lebih efektif, memanfaatkan media sosial, serta meningkatkan jangkauan pasar. Kegiatan pengabdian dilakukan di Kampung Rancakihiang, RT 01/RW 10 Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Jawa Barat, Indonesia dengan dihadiri oleh 29 peserta. Metode yang digunakan adalah penelitian action research dan workshop dimana para peserta mendapatkan pelatihan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi SMART untuk pencatatan laporan keuangan secara digital. Integrasi aplikasi keuangan dan pelatihan pemasaran ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas digital dan kemandirian ekonomi UMKM ABK secara berkelanjutan. Penyebaran penggunaan SMART kepada banyak UMKM baik ABK ataupun tidak dapat menjadi keberlanjutan dari kegiatan pengabdian ini.

References

Ane, L., Nurkadri, & Luthan, P. L. A. (2024). Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Penyandang Disabilitas. JURNAL WIDYA LAKSANA, 13(2), 291–298. https://doi.org/10.23887/jwl.v13i2.70163

Anwar, S., Mubarokah, S. L., Purwaningtyas, R., & Weli, F. (2024). Pemberdayaan UMKM: Pendampingan Pembukuan Akuntansi Sederhana dan Optimalisasi Digital Marketing. Qardhul Hasan: Media Pengabdian Kepada Masyarakat, 10(3), 319–327. https://doi.org/10.30997/qh.v10i3.16253

Azeez, N. P. A., & Akhtar, S. M. J. (2021). Digital Financial Literacy and Its Determinants: An Empirical Evidences from Rural India. South Asian Journal of Social Studies and Economics, 8–22. https://doi.org/10.9734/sajsse/2021/v11i230279

Goyal, K., & Kumar, S. (2021). Financial literacy: A systematic review and bibliometric analysis. International Journal of Consumer Studies, 45(4), 563–579. https://doi.org/10.1111/ijcs.12692

Hasan. (2021). ACTION RESEARCH : DESAIN PENELITIAN INTEGRATIF UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN MASYARAKAT. AKSES: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis .

Kass-Hanna, J., Lyons, A. C., & Liu, F. (2022). Building financial resilience through financial and digital literacy in South Asia and Sub-Saharan Africa. Emerging Markets Review, 51, 100846. https://doi.org/10.1016/j.ememar.2021.100846

Kim, O. V. T., Thuy, T. T. N., Khanh, L. Do, Thanh, M. P. T., Thi, Q. N., & Minh, T. N. T. (2024). The impact of financial literacy on saving behavior of the elderly people: The mediating role of digital financial literacy. Humanities and Social Sciences Letters, 13(1), 45–55. https://doi.org/10.18488/73.v13i1.3974

Lyons, A. C., & Kass-Hanna, J. (2022). Financial literacy, financial inclusion, and wellbeing in the digital age. Journal of Consumer Affairs, 56(1), 1–4. https://doi.org/10.1111/joca.12370

Morgan, P., Huang, B., & Trinh, L. (2019). The Need to Promote Digital Financial Literacy for the Digital Age. Realizing Education for All: In the Digital Age, 40–46.

Morgan, P. J., Trinh, L. Q., & Huang, B. (2020). Digital financial literacy in developing economies. Asian Development Review, 37(2), 27–51.

Nugraha, D., & Setiawan, B. (2022). Digital financial services adoption among Indonesian MSMEs: The role of technological readiness. Asian Journal of Technology Innovation.

Rahmawati, A. D., Sari, P. P., & Hermuningsih, S. (2022). The moderating role of bank size: influence of fintech, liquidity on financial performance. Jurnal Siasat Bisnis, 106–117. https://doi.org/10.20885/jsb.vol27.iss1.art8

Syed, M. H., Khan, S., Rabbani, M. R., & E, Y. (2020). An Artificial Intelligence and NLP based Islamic FinTech Model Combining Zakat and Qardh-Al-Hasan for Countering the Adverse Impact of COVID 19 on SMEs and Individuals. International Journal of Economics and Business Administration, VIII(Issue 2), 351–364. https://doi.org/10.35808/ijeba/466

World Bank. (2017). Global Findex Database 2017: Measuring Financial Inclusion. World Bank.

Downloads

Published

2026-01-17

How to Cite

Damayanti, S. M., Arman, A. A., Putri, A. M., & Santoso, O. R. S. (2026). Peningkatan Literasi Digital dan Literasi Keuangan Digital melalui Aplikasi Pencatatan laporan Keuangan Digital: SMART untuk UMKM Anak Berkebutuhan Khusus di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Jurnal Abdimas Mahakam, 10(01), 162–175. https://doi.org/10.24903/jam.v10i01.3882

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.