Pelatihan Buku Pop Up untuk Guru Sejarah di Banda Aceh

Authors

  • Asrinaldi Institut Seni Budaya Indonesia Aceh
  • Fentisari Desti Sucipto Institut Seni Budaya Indonesia Aceh
  • Fauziana Izzati Institut Seni Budaya Indonesia Aceh

DOI:

https://doi.org/10.24903/jam.v10i01.3754

Keywords:

Kolaborasi Edukatif; Media Visual; Buku Pop Up; Sejarah Lokal; Guru Banda Aceh

Abstract

Pembelajaran sejarah di tingkat menengah sering kali masih bersifat konvensional dan kurang menarik bagi siswa. Hal ini berdampak pada rendahnya partisipasi dan apresiasi terhadap sejarah, termasuk sejarah lokal yang kaya nilai edukatif. Di Banda Aceh, para guru sejarah menghadapi tantangan dalam mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan kontekstual. Berdasarkan pemetaan kebutuhan bersama MGMP Sejarah Banda Aceh, ditemukan dua permasalahan utama: rendahnya keterampilan guru dalam membuat media interaktif dan minimnya integrasi sejarah lokal dalam pembelajaran. Untuk menjawab tantangan ini, tim pengabdi dari ISBI Aceh menginisiasi pelatihan pembuatan buku pop-up sebagai media pembelajaran visual-kinestetik yang inovatif. Tujuan dari kegiatan ini adalah membekali guru sejarah dengan keterampilan teknis dan pedagogis dalam merancang buku pop-up berbasis sejarah lokal, memperkuat identitas kebangsaan, serta mendorong implementasi pembelajaran berbasis proyek (PjBL) sesuai Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan luring, penerapan teknologi sederhana, pendampingan daring, serta evaluasi dan keberlanjutan program melalui pembentukan komunitas kreatif guru sejarah. Luaran yang ditargetkan antara lain: minimal 15 prototipe buku pop-up buatan guru, 1 modul pelatihan cetak dan digital, dokumentasi digital karya, serta skenario PJBL yang siap diterapkan di kelas serta satu artikel pengabdian kepada masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi edukatif yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah di Banda Aceh secara signifikan sekaligus mendukung penguatan materi sejarah lokal agar lebih kontekstual dan relevan bagi siswa di Banda Aceh.

Author Biography

Asrinaldi, Institut Seni Budaya Indonesia Aceh

Pembelajaran sejarah di tingkat menengah sering kali masih bersifat konvensional dan kurang menarik bagi siswa. Hal ini berdampak pada rendahnya partisipasi dan apresiasi terhadap sejarah, termasuk sejarah lokal yang kaya nilai edukatif. Di Banda Aceh, para guru sejarah menghadapi tantangan dalam mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan kontekstual. Berdasarkan pemetaan kebutuhan bersama MGMP Sejarah Banda Aceh, ditemukan dua permasalahan utama: rendahnya keterampilan guru dalam membuat media interaktif dan minimnya integrasi sejarah lokal dalam pembelajaran. Untuk menjawab tantangan ini, tim pengabdi dari ISBI Aceh menginisiasi pelatihan pembuatan buku pop-up sebagai media pembelajaran visual-kinestetik yang inovatif. Tujuan dari kegiatan ini adalah membekali guru sejarah dengan keterampilan teknis dan pedagogis dalam merancang buku pop-up berbasis sejarah lokal, memperkuat identitas kebangsaan, serta mendorong implementasi pembelajaran berbasis proyek (PjBL) sesuai Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan luring, penerapan teknologi sederhana, pendampingan daring, serta evaluasi dan keberlanjutan program melalui pembentukan komunitas kreatif guru sejarah. Luaran yang ditargetkan antara lain: minimal 15 prototipe buku pop-up buatan guru, 1 modul pelatihan cetak dan digital, dokumentasi digital karya, serta skenario PJBL yang siap diterapkan di kelas serta satu artikel pengabdian kepada masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi edukatif yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah di Banda Aceh secara signifikan sekaligus mendukung penguatan materi sejarah lokal agar lebih kontekstual dan relevan bagi siswa di Banda Aceh.

References

Komari, A., dkk. (2020). Pengembangan media pembelajaran buku pop-up untuk materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungan di MTs Putera Sunniyyah Selo. Jurnal Pendidikan Sains, 8(2), 88–98.

Kuswandi, D., & Irianto, A. (2019). Pemanfaatan narasi sejarah lokal berbasis media visual dalam pembelajaran. Jurnal Pendidikan Sejarah, 7(1), 45–56.

Lestari, S., & Suyanto, T. (2020). Efektivitas penggunaan media pop-up dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan, 14(2), 112–121.

Sardiman, A. M. (2018). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Silqi, F., & Febriyanto, R. (2021). Pengembangan media ajar berbasis pop-up book dengan model ADDIE pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas XI. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 11(1), 90–100.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2021). Panduan implementasi project-based learning (PjBL) pada Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemdikbud.

Downloads

Published

2026-01-24

How to Cite

Asrinaldi, Sucipto, F. D., & Izzati, F. (2026). Pelatihan Buku Pop Up untuk Guru Sejarah di Banda Aceh. Jurnal Abdimas Mahakam, 10(01), 209–218. https://doi.org/10.24903/jam.v10i01.3754

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.