Pemberdayaan Lingkungan Dengan Mengelola Limbah Kulit Bawang Merah (Allium Cepa.L) Menjadi Pestisida Nabati Di Kelurahan Sempaja Timur

Authors

Keywords:

Allium cepa, Limbah organik, Pestisida nabati

Abstract

Berbagai dampak kesehatan dan masalah ekosistem bermunculan dengan adanya pemakaian pestisida secara berlebihan, sehingga diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan aman.  Mengeksplorasi kemungkinan limbah kulit bawang merah sebagai bahan baku pestisida alami merupakan tujuan dari kegiatan ini. Limbah kulit bawang ini biasanya terbuang sia-sia, diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid dan fenolik yang memiliki asifat antimikroba dan insektisida. Pada kegiatan ini, ekstrak kulit bawang di proses melalui metode ekstrasi sederhana untuk menguji efektivitasnya terhadap hama tanaman utama, seperti kutu daun dan ulat. hasil uji ini menunjukan bahwa pestisida berbahan dasar kulit bawang memiliki efektivitas yang signifikan dalam mengendalikan populasi hama tanpa menimbulkan dapak negatif pada tanaman dan lingkungan. Temuan ini menunjukan bahwa limbah kulit bawang merah berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi pestisida alami yang dapat digunakan sendiri maupun di pasarkan, dan memberikan solusi inovatif untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia sintesis.  Menberikan edukasi kepada masyarakat dan generasi muda untuk bekal dan wawasan merupakan satu tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan sampah organik yang berada di lingkungan sekitar kelurahan Sempaja Timur dapat berkurang dengan adanya kegiatan ini .  Penyuhan serta demontrasi plot adalah Metode yang dilakukan dan akan dilaksanakan sekitar bulan Maret 2024. Adapun luaran yg diharapkan adalah meningkatnya kemampuan dan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah organik di lingkungan kelurahan Semapaja Timur.

Author Biography

Aprilani Puteri, Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Berbagai dampak kesehatan dan masalah ekosistem bermunculan dengan adanya pemakaian pestisida secara berlebihan, sehingga diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan aman.  Mengeksplorasi kemungkinan limbah kulit bawang merah sebagai bahan baku pestisida alami merupakan tujuan dari kegiatan ini. Limbah kulit bawang ini biasanya terbuang sia-sia, diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid dan fenolik yang memiliki asifat antimikroba dan insektisida. Pada kegiatan ini, ekstrak kulit bawang di proses melalui metode ekstrasi sederhana untuk menguji efektivitasnya terhadap hama tanaman utama, seperti kutu daun dan ulat. hasil uji ini menunjukan bahwa pestisida berbahan dasar kulit bawang memiliki efektivitas yang signifikan dalam mengendalikan populasi hama tanpa menimbulkan dapak negatif pada tanaman dan lingkungan. Temuan ini menunjukan bahwa limbah kulit bawang merah berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi pestisida alami yang dapat digunakan sendiri maupun di pasarkan, dan memberikan solusi inovatif untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia sintesis.  Menberikan edukasi kepada masyarakat dan generasi muda untuk bekal dan wawasan merupakan satu tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan sampah organik yang berada di lingkungan sekitar kelurahan Sempaja Timur dapat berkurang dengan adanya kegiatan ini .  Penyuhan serta demontrasi plot adalah Metode yang dilakukan dan akan dilaksanakan sekitar bulan Maret 2024. Adapun luaran yg diharapkan adalah meningkatnya kemampuan dan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah organik di lingkungan kelurahan Semapaja Timur.

Downloads

Published

2025-07-26

How to Cite

Mahdalena, & Aprilani, P. (2025). Pemberdayaan Lingkungan Dengan Mengelola Limbah Kulit Bawang Merah (Allium Cepa.L) Menjadi Pestisida Nabati Di Kelurahan Sempaja Timur. Jurnal Anggrek Hitam, 2(2), 33–37. Retrieved from https://journal.uwgm.ac.id/abdimasanggrekhitam/article/view/3667