HUBUNGAN FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN KERJA DENGAN KEJADIAN TERSAYAT PADA PEMBERSIH BAWANG DI PASAR SEGIRI DAN PASAR KEDONDONG SAMARINDA

Suwignyo Suwignyo* -  Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, Indonesia
Dhea Fara Dhina -  Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, Indonesia
Sinta Tri Rahayu -  Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, Indonesia

Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak diharapkan dan terjadi saat melakukan pekerjaan. Kecelakaan dapat timbul dari beberapa faktor yaitu faktor manusia, faktor lingkungan dan faktor peralatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor penyebab kecelakaan kerja dengan kejadian tersayat pada pembersih bawang di Pasar Segiri dan Pasar Kedondong Samarinda. Jenis penelitian ini adalah explanatory research dan menggunakan rancangan cross-sectional dengan total sampel sebanyak 31 responden. Variabel yang diamati adalah alat yang digunakan, pencahayaan, masa kerja, usia dan penggunaan APD. Hasil analisis dengan menggunakan uji chi-square menunjukkan ada hubungan alat yang digunakan (p=0,006), pencahayaan (0,038), masa kerja (p=0,013), usia (0,045) dan penggunaan APD (p=0,042) dengan kejadian tersayat pada pembersih bawang. Faktor penyebab kejadian tersayat yang menunjukkan hubungan yang signifikan adalah alat yang di gunakan, untuk itu disarankan kepada Disperindagkop untuk meningkatkan pembinaan kepada pekerja serta pekerja diharapkan berkonsentrasi, fokus serta menggunakan APD saat melakukan pekerjaannya.

Keywords
Kecelakaan Kerja, Kejadian Tersayat, Pembersih Bawang
  1. Anshari, L. H. (2017). Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kecelakaan Kerja Pada Karyawan PT. Kunanggo Jantan Kota Padang . IKAKESMADA "Peran Tenaga Kesehatan dalam Pelaksanaan SDG's". Repository Universitas Ahmad Dahlan
  2. Atiqoh, J. (2014, Februari). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Pekrja Konveksi Bagian Penjahitan di CV Aneka Garmen Gunungpati Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, Vol.2.
  3. Dwinanto, R. A. (2013, Oktober 24). Tribun Kaltim: http://www.tribunnews.com/regional/2013/10/24/kecelakaan-kerja-di-samarinda-capai-498-kasus. Diakses 22 Mei 2018
  4. Frely, A. N. (2017). Hubungan antara UmurMasa Kerja dan Lama Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Pengemudi Truk Tangki di Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) PT Pertamina Bitung. Media Kesehatan, Vol 9.
  5. Handayani, E. (2010). Penggunaan Alat Pelindung Diri, Umur dan Masa Kerja dengan Kecelakaan Kerja pada Pekerja bagian Rustic di PT Borneo Melintang Buana Eksport . Kes Mas.
  6. International Labour Organization (ILO). (2013). Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sarana untuk Produktivitas . Jakarta.
  7. Muthahhari, T. (2017, Oktober 24). Nasib Malang Para Pekerja Sektor Informal. Tirto.id: https://tirto.id/nasib-malang-para-pekerja-sektor-informal. Diakses 15 Juli 2018.
  8. Pangestuti, G. (2015). Hubungan Shift Kerja dan Masa Kerja dengan Kejadian Kecelakaan Kerja di PT. X Sragen. UPT Perpustakaan Sebelas Maret: digilib.uns.ac.id. Diakses 14 Agustus 2018
  9. Pertiwi, P. (2016). Hubungan Antara Perilaku Keselamtan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Pekerja di PT Aneka Andhilogam Karya Ceper, Klaten 2016. Jurnal UMS
  10. Pinggian, D. (2016). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kecelakaan Kerja pada Buruh Angkut Sampah di Kota Manado. Community Health, Vol.1.
  11. Repi, dkk. (2016). Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikiap dengan Tindakan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Tenaga Kerja di PT Tropica Cocoprima Desa Lelema Kecamatan Tumpaan Kabupaten minahasa Selatan. KESMAS, Vol.5
  12. Saut, P. D. (2018, Februari 6). Detik Finance. Detik.com: https://finance.detik.com/moneter/d-3853101/angka-kecelakaan-kerja-ri-meningkat-ke-123-ribu-kasus-di-2017. Diakses 22 Mei 2018.
  13. Sawitri, M. A. (2017). Hubungan Antara Intensitas Pencahyaan dan Usia dengan Kelelahan Mata pada Pekerja di Bagian Operasional PT.Angkasa Pura I (Persero) Kota Manado Tahun 2017. FKM Unsrat.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2019-04-01
Published: 2019-04-01
Section: Articles
Article Statistics: 71 85