Redesain Busana Pergelaran Ketoprak Dor Sanggar Rahayu Cipto Rukun di Aceh Tengah

Authors

  • Hatmi Negria Taruan Institut Seni Budaya Indonesia Aceh
  • Susandro Institut Seni Budaya Indonesia Aceh
  • Rika Wirandi Institut Seni Budaya Indonesia Aceh

DOI:

https://doi.org/10.24903/jam.v10i01.3789

Keywords:

Redesain; Busana; Ketoprak Dor; Aceh Tengah

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mendukung geliat berkesenian Sanggar Ketoprak Rahayu Cipto Rukun di Desa Payatumpi Baru, Kebayakan, Aceh Tengah. Kegiatan ini berpijak pada hasil kegiatan penelitian dan pengabdian terdahulu yang juga dilaksanakan oleh tim pengusul pada tahun 2022 dan 2023. Maka dari itu, kegiatan pengabdian kali ini berpijak pada metode R & D (research and development) atau dengan kata lain mengembangkan hasil penelitian terdahulu menjadi produk baru. Produk yang dimaksud ialah (merancang ulang) desain busana para pemain berdasarkan data-data dari penelitian terdahulu. Adapun detail persoalan yang didapati ialah minimnya variasi kostum/busana yang dikenakan para pemain membuat setiap judul cerita yang dipertunjukkan tidak relevan; dikarenakan busana yang dipakai tidak sesuai dengan latar cerita. Maka dari itu, kegiatan pengabdian ini semacam kolaborasi dengan Sanggar Ketoprak Rahayu Cipto Rukun dengan jalan merancang ulang (redesain) busana pergelaran yang berlatar suatu cerita yang biasa sanggar tersebut mainkan. Tahapan pelaksanaan yang dilakukan ialah dengan merancang beberapa sketsa atau desain busana para pemain berdasarkan tokoh yang diperankan, membuat template atau pola, membuat sample (semacam prototipe kostum), lalu kemudian mengaplikasikannya bersama para anggota sanggar. Hasil dari kegiatan ini adalah lima buah kostum alternatif untuk pertunjukan Ketoprak Dor grup Rahayu Cipto Rukun yang didesain menyesuaikan dengan salah satu nomor cerita lokal dari Tanah Gayo, yaitu, cerita Putri Pukes.

Author Biographies

Hatmi Negria Taruan, Institut Seni Budaya Indonesia Aceh

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mendukung geliat berkesenian Sanggar Ketoprak Rahayu Cipto Rukun di Desa Payatumpi Baru, Kebayakan, Aceh Tengah. Kegiatan ini berpijak pada hasil kegiatan penelitian dan pengabdian terdahulu yang juga dilaksanakan oleh tim pengusul pada tahun 2022 dan 2023. Maka dari itu, kegiatan pengabdian kali ini berpijak pada metode R & D (research and development) atau dengan kata lain mengembangkan hasil penelitian terdahulu menjadi produk baru. Produk yang dimaksud ialah (merancang ulang) desain busana para pemain berdasarkan data-data dari penelitian terdahulu. Adapun detail persoalan yang didapati ialah minimnya variasi kostum/busana yang dikenakan para pemain membuat setiap judul cerita yang dipertunjukkan tidak relevan; dikarenakan busana yang dipakai tidak sesuai dengan latar cerita. Maka dari itu, kegiatan pengabdian ini semacam kolaborasi dengan Sanggar Ketoprak Rahayu Cipto Rukun dengan jalan merancang ulang (redesain) busana pergelaran yang berlatar suatu cerita yang biasa sanggar tersebut mainkan. Tahapan pelaksanaan yang dilakukan ialah dengan merancang beberapa sketsa atau desain busana para pemain berdasarkan tokoh yang diperankan, membuat template atau pola, membuat sample (semacam prototipe kostum), lalu kemudian mengaplikasikannya bersama para anggota sanggar. Hasil dari kegiatan ini adalah lima buah kostum alternatif untuk pertunjukan Ketoprak Dor grup Rahayu Cipto Rukun yang didesain menyesuaikan dengan salah satu nomor cerita lokal dari Tanah Gayo, yaitu, cerita Putri Pukes.

Susandro, Institut Seni Budaya Indonesia Aceh

DOsen Seni Teater

References

Hendriyana, H. (2021). Metodologi Penelitian Penciptaan Karya (P. Christian (ed.); revisi). Penerbit Andi.

Naiborhu, T., & Karina, N. (2018). Ketoprak, Seni Pertunjukan Tradisional Jawa di Sumatera Utara: Pengembangan dan Keberlanjutannya. Panggung, 28(4), 482–497.

Rohidi, T. R. (2011). Metodologi Penelitian Seni. Cipta Prima Nusantara Semarang.

Rustiyanti, S. (2014). Musik Internal dan Eksternal dalam Kesenian Randai. Resital, 15(2), 152–162.

Satori, D., & Komariah, A. (2020). Metodologi Penelitian Kualitatif (8th ed.). Alfabeta.

Simatupang, L. (2013). Pergelaran: Sebuah Mozaik Penelitian Seni-Budaya. Jalasutra.

Stokes, J. (2007). How to do Media and Kultural Studies: Panduan Untuk Melaksanakan Penelitian dalam Kajian Media dan Budaya. Bentang.

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Pariwisata. Alfabeta.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif (Ketiga). Alfabeta.

Suroso, P. (2018). Tinjauan Bentuk dan Fungsi Musik pada Seni Pertunjukan Ketoprak Dor. Gondang: Jurnal Seni Dan Budaya, 2(2), 66–78.

Susandro. (2023). Ketoprak Dor: Jejak Para Kuli Kontrak di Deli Serdang hingga Aceh Tengah. Creativity and Research Theatre Journal, 5(1), 50–62. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26887/cartj.v5i1.3718

Suyadi. (2016). Ketoprak Dor Sebagai Warisan Budaya Jawa Perantauan di Sumatera Utara. Medan Makna, 14(1), 41–70.

Suyadi. (2019). Hibriditas Budaya dalam Ketoprak Dor. Jurnal Masyarakat & Budaya, 21(2), 191–202. https://doi.org/https://doi.org/10.14203/jmb.v21i2.817

Syuhendri. (2008). Tradisi Sebagai Wadah Ketahanan Budaya: Sebuah Kritik Terhadap Kapitalisme dan Budaya Pasar. Resital, 9(1), 10–18.

Taruan, H. N., Susandro, & Wirandi, R. (2024). Perancangan Tata Panggung Pergelaran Ketoprak Dor Rahayu Cipto Rukun di Aceh Tengah. Jurnal Abdimas Mahakam, 8(1), 227–237. https://journal.uwgm.ac.id/abdimasmahakam/article/view/2452

Wirandi, R., & Sukman, F. F. (2023). Hibriditas dalam Pertunjukan Ketoprak Dor Grup Rahayu Cipto Rukun di Takengon. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 189–195. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/gorga/article/view/48198

Wulandari, L., & Nurjannah. (2020). Pergeseran Ketoprak Dor sebagai Salah Satu Upaya dalam Mempertahankan Indentitas Jawa Deli di Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Antropologi Sumatera, 18(2), 94–106.

Downloads

Published

2026-01-17

How to Cite

Taruan, H. N., Susandro, S., & Wirandi, R. (2026). Redesain Busana Pergelaran Ketoprak Dor Sanggar Rahayu Cipto Rukun di Aceh Tengah. Jurnal Abdimas Mahakam, 10(01), 24–37. https://doi.org/10.24903/jam.v10i01.3789

Issue

Section

Articles