KEBIJAKAN PERWAKAFAN DI INDONESIA (KAJIAN SEJARAH DAN PERUNDANG-UNDANGAN)

  • Mursyid, S.H
Keywords: Regulasi, Wakaf, Historis, bijblad

Abstract

Kebijakan perwakafan di Indonesia mengalami fluktuasi dalam pengembangannya.. Bijblad yang pernah dikeluarkan pada masa Hindia Belanda dan Pra Kemerdekaan, kebanyakan hanya untuk keperluan administratif semata. Sementara pada masa kemerdekaan dan era reformasi, kebijakan perwakafan menunjukkan adanya perubahan yang signifikan. Ini terbukti dengan lahirnya beberapa peraturan pelaksanaan perwakafan, baik yang melekat dengan adat istiadat masyarakat, seperti tanah Perdikan di Jawa Timur, tanah Pareman di Lombok dan Huma Serang di Banten atau dalam bentuk peraturan perundang-undangan, seperti Undang-undang Pokok Agraria, Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1977, Inpres No. 1 tahun 1991 sampai kepada lahirnya UU No.41 tahun 2004. Hadirnya UU 41 tahun 20014 merupakan buah dari fatwa MUI tentang Wakaf Uang tanggal 28 Syafar 1423 H / 11 Mei 2002 dan merupakan jawaban atas bergulirnya wacana wakaf tunai yang digagas oleh Prof. M. A. Mannan yang menyebutkan bahwa wakaf adalah sebagai Financial Instrument, Social Finance and Voluntary Sector Banking.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Literatur :

Abu Bakr Jabir Al-Jazairi, Ensiklopedi Muslim (Minhajul Muslim), Alih Bahasa Fadli Bahri, Cet.VII, Jakarta; PT. Darul Falah, 2004

Achmad Azhar Basyir dalam Imam Suhadi, Wakaf Untuk Kesejahteraan Umat, Yogyakarta; PT. Dama Bhakti Prima Yasa, 2002

Imam Suhadi, Wakaf Untuk Kesejahteraan Umat, Yogyakarta; PT. Dama Bhakti Prima Yasa, 2002

Inpres, No.1 tahun 1991tentang Kompilasi Hukum Islam

John L. Esposito, Ensklopedi Oxford Dunia Islam Modern, Jilid 6, Alih Bahasa Eva Y.N dkk, Cet. I, Bandung; Mizan, 2001

Keputusan Fatwa Komisi Fatwa MUI tentang Wakaf Uang Tanggal 28 Shafar 1423 H / 11 Mei 2002 M

Mohammad Daud Ali, Sistem Ekonomi Islam; Zakat dan wakaf, Cet. I, Jakarta; UI Press, 1988

Mujtaba Ismail, Fiqh Wakaf menurut UU No.41 tahun 2004, Makalah Sosialisasi UU 41 tahun 2004 dan Lokakarya Depag Kaltim Tahun 2006 tgl. 21 Maret 2006

Tahir Azhari, Wakaf dan Sumber Daya Ekonomi, Suatu Pendekatan Teoritis, Mimbar Hukum, No.7 Tahun II, Jakarta; Al-Hikmah, 1992

Tim Ditjen Bimas Islam dan Penyelenggara Haji Depag RI, Klasifikasi Pemanfaatan Tanah Wakaf se Sumatera dan Kalimantan, Direktorat Pengembangan Zakat dan Wakaf Jakarta; Ditjen Bimas Islam dan Penyelenggara Haji, 2005

Tim Dirjen Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji Depag RI, Kumpulan Hasil Seminar Perwakafan, Jakarta; Dirjen Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji Direktorat Pengembangan Zakat dan Wakaf, 2004

Tim Peningkatan Zakat dan Wakaf Depag RI, Perkembangan Pengelolaan Wakaf di Indonesia, Jakarta; Direktorat Pengembangan Zakat dan Wakaf Direktorat Jeneral Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji, 2005

Tim Peningkatan Zakat dan Wakaf Depag RI, Perkembangan Pengelolaan Wakaf di Indonesia, Jakarta; Direktorat Pengembangan Zakat dan Wakaf Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji, 2005

Tim Dirjen Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji Depag RI, Proses lahirnya UU No. 41 tahun 2004 tetang wakaf, Jakarta; Direktorat Pengembangan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji, 2005

Tulus, Implementasi UU No. 41 tahun 2004 tentang wakaf, Makalah di sampaikan pada seminar manajemen wakaf berdasarkan UU No. 41 tahun 2004, IMZ, tanggal 20 April 2005 di Hotel Sofyan Tebet Jakarta, hal 41

Uswatun Hasanah, Implementasi UU No. 41 tahun 2004 tentang wakaf sebagai regulasi wakaf di Indonesia, makalah di sampaikan pada seminar manajemen wakaf berdasarkan UU No. 41 tahun 2004, IMZ, tanggal 20 April 2005 di Hotel Sofyan Tebet Jakarta

Perundang-Undangan :

Undang-undang No. 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok Agraria, Lembaran Negara No. 104 tahun 1960

UU RI No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf

Published
2017-10-19
How to Cite
S.H, M. (2017). KEBIJAKAN PERWAKAFAN DI INDONESIA (KAJIAN SEJARAH DAN PERUNDANG-UNDANGAN). Yuriska : Jurnal Ilmiah Hukum, 3(1), 110-122. https://doi.org/10.24903/yrs.v3i1.189
Section
Articles