Implementasi Akuntansi Pesediaan Perusahaan Dagang Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) Studi Kasus Pada CV. Utama Jaya Mandiri

  • Agus Rudolf Rihi Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda
  • Martinus Robert Hutauruk Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda
  • Mansyur Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Abstract

Abstrak: Adapun rumusan masalah dalam Penelitian ini adalah apakah perlakuan akuntansi persediaan
pada CV. Utama Jaya Mandiri telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa
Akuntabilitas Publik (SAK ETAP)?. Tujuan yang ingin dicapai dalam Penelitian ini adalah untuk
mengetahui sejauh mana perlakuan akuntansi persediaan yang diterapkan oleh perusahaan terhadap
kesesuaiannya dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik.
Teori utama yang digunakan dalam Penelitian ini adalah akuntansi keuangan yang menjelaskan masalah
pelaporan persediaan dan SAK ETAP. Metode penelitian ini bersifat semi kualitatif komparatif yaitu
membandingkan antara akuntansi persediaan CV. Utama Jaya Mandiri dengan SAK ETAP, dengan metode
analisis data yaitu ditinjau dari pengukuran, pengakuan, penilaian, dan penyajian.
Hasil analisis diketahui bahwa adanya perbedaan menurut perusahaan dengan SAK ETAP ditinjau dari
penyajian yang dimana diperlukan penyajian ulang pada laporan keuangan menggunakan jurnal koreksi,
dari perbaikan penyajian laporan keuangan tersebut, menghasilkan penurunan laba dan penurunan
persediaan sebesar Rp. 3.321.710, hal ini perlu dikoreksi agar penyajian laporan keuangan khususnya
persediaan sesuai dengan SAK ETAP sehingga laporan keuangan menyajikan kondisi perusahaan dengan
wajar.
Kata Kunci: SAK ETAP, Akuntansi Persediaan, Laporan Keuangan, CV. Utama Jaya Mandiri

Published
2019-10-31
How to Cite
Rihi, A. R., Robert Hutauruk, M., & Mansyur. (2019). Implementasi Akuntansi Pesediaan Perusahaan Dagang Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) Studi Kasus Pada CV. Utama Jaya Mandiri. OBOR: Oikonomia Borneo, 1(2), 36-48. https://doi.org/10.24903/obor.v1i2.666

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>