Main Article Content

Abstract

Daun kelor memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi jika diolah sebagai pangan fungsional. Daun kelor mengandung senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan alami sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pangan fungsional. Masyarakat yang mengkonsumsi pangan fungsional berbahan baku daun kelor akan mendapatkan manfaat ganda yaitu terpenuhinya gizi bagi tubuh dan dapat mencegah berbagai macam penyakit. Mengingat masyarakat belum banyak mengetahui cara pengolahan daun kelor sebagai pangan fungsional maka perlu dilakukan kegiatan penyuluhan yang bertujuan agar masyarakat memiliki wawasan untuk mengembangkan usaha berbasis bahan baku daun kelor pada skala rumah tangga. Hal ini dapat meningkatkan kebutuhan gizi dan pendapatan keluarga. Hasil kegiatan penyuluhan ini menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat makin meningkat khususnya pengolahan pangan fungsional berbahan baku daun kelor.

Keywords

Daun kelor pangan fungsional

Article Details

How to Cite
Purwati, P. (2019). Evaluasi Daun Kelor (Moringa oleifora) Sebagai Pangan Fungsional. Jurnal Abdimas Mahakam, 3(2), 129-135. https://doi.org/10.24903/jam.v3i2.504

References

  1. Badan Pusat Statistik (2015). Data Kependudukan . Samarinda: BPS Kota Samarinda.
  2. Badan Pusat Statistik (2015). Jumlah Fasilitas Kesehatan Menurut Kecamatan di Kota Samarinda. Samarinda: BPS Kota Samarinda.
  3. Kementerian Kesehatan RI (2013). Riset Kesehatan Dasar . Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
  4. Kementerian Kesehatan RI (2012). Buku Pegangan Kader Posyandu. Jakarta: Depkes RI.
  5. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Rebuplik Indonesia Nomor 25 Tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Most read articles by the same author(s)