Main Article Content

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi rumah tangga pelaku industri kecil dan menengah (IKM) batubata pada umumnya adalah frekuensi penerimaan yang tidak stabil dan cenderung dengan frekuensi waktu cukup panjang. Proses produksi batubata mulai dari penggalian tanah sampai siap jual membutuhkan waktu relatif cukup lama dan bahkan bulanan. Tujuan utama kegiatan adalah memperkuat daya tahan ekonomi rumah tangga pelaku IKM Batubata melalui diversifikasi usaha budidaya Jamur Tiram. Kegiatan menggunakan Pendekatan Partisipatif (Participatory Rural Appraisal) dengan Sistem Modal Bergulir Internal (Internal Revolving Capital System). Program penguatan daya tahan ekonomi rumah tangga pelaku IKM Batubata ini masih pada tahap pengenalan sehingga ruang lingkup kegiatan untuk sementara masih terbatas aspek budidaya. Pengembangan lanjutan pada masa akan datang akan mengarah ke sektor hulu (pembuatan baglot sebagai input primer dan sektor hilir berupa industri pengolahan hasil pasca panen. Program lanjutan pada masing-masing kelompok sasaran akan menggunakan sumberdana lain dan sangat tergantung pada motivasi dan keberhasilan program budidaya jamur tiram. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui 4 (empat) tahapan yaitu tahapan persiapan, budidaya dan perguliran modal kelompok serta pelaporan. Berdasarkan evaluasi terhadap hasil kegiatan dengan berbagai kendala teknis dan non-teknis yang dihadapi selama proses pelaksanaan, maka dapat disimpulkan bahwa program pengabdian kepada masyarakat ini belum memberikan hasil optimal bagi penguatan ekonomi rumah tangga dan usaha kelompok pengrajin batubata rakyat. Meskipun demikian, model pengembangan kumbung diatas kolam bekas galian (KBG) telah mampu menarik motivasi rumah tangga untuk memanfaatkan KBG mereka. Program ini telah menjadi embryo dan layak untuk ditindaklanjuti melalui program lainnya baik dalam bentuk riset (peneltiian) maupun pemberdayaan masyarakat.

Keywords

jamur tiram kolam galian dan batubata

Article Details

Author Biographies

Ardi Novra, Universitas Jambi

Ekonomi dan Bisnis Peternakan

Jul Andayani, Universitas Jambi

Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Indra Sulaksana, Universitas Jambi

Fakultas Peternakan Universitas Jambi
How to Cite
Novra, A., Andayani, J., & Sulaksana, I. (2019). Penguatan Daya Tahan Ekonomi Rumah Tangga Pelaku Industri Batubata Rakyat Melalui Usaha Budidaya Jamur Tiram. Jurnal Abdimas Mahakam, 3(2), 97-108. https://doi.org/10.24903/jam.v3i2.497

References

  1. Deptan (Departemen Pertanian), 2015. Budidaya Ikan Patin Pada Bekas Galian Bata Merah, Artikel Surya Mina Farm (SMF) Sleman, Browsing: http://www. bibitikan.net/budidaya-ikan-patin-pada-bekas-galian-bata-merah/, Accesed Mei 20th 2015.
  2. Hidayat, H., M Indriastuti, F. Syafrina, S. D. Arismawati, dan B. Sembodo, 2006. Model Reklamasi Lahan Kritis Pada Area Bekas Penggalian Batu Bata, Jurusan Pengelolaan Hutan dan Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas Kehutanan, Universitas Gajah Mada,Yogyakarta.
  3. Fajri, N. D., 2011. Pemanfaatan Lahan Bekas Galian Industri Batu Bata di Desa Jambidan Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul. Thesis, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.
  4. Istikarini, D. G., 2011. Ketersediaan Bahan Baku dan Prospek Pengembangan Usaha Pembuatan Baglog Jamur Tiram (Pleurotus sp.) di Danny’s Mushroom. Skripsi Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Faperta Universitas Jember.
  5. KSF (King Spora Farm), 2010. Cara Budidaya Jamur Tiram, Sentra Budidaya Jamur Tiram, Browsing: https;//kingsporafarm.blogspot.com/2010/08/king-sproa-farm.html, Accesed August 12th 2010.
  6. Kurnianti N., 2013a. Persiapan Usaha Budidaya Jamur Tiram: https://plus.google. com/+Tanijogonegorodotcom, Accessed April 9th 2013.
  7. --------------, 2013b. Teknik dan Budidaya Jamur Tiram, https://plus.google. com/+Tanijogonegorodotcom, Accesses April 9th 2013.
  8. Pratiwiningtyas, R. 2012. Kesesuaian Lahan Bekas Galian Batu Bata Untuk Tanaman Pangan di Dusun Ngampon, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul. Thesis, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.
  9. Purwoko dan Y. Arkeman, 2004. Kelayakan Industri Kerupuk Jamur Tiram di Kabupaten Bogor Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB, J. Tek. Ind. Pert. Vol. 13(3), 83-91.
  10. Retnaningsih, N, 2009. Kelayakan Finansial Budidaya Jamur Tiram di Desa Sugihan,Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo, Jawa Tengah:
  11. Siti, J. 2008. Komunitas Mikroarthropoda Tanah pada Rehabilitasi Lahan Bekas Galian Batubata: http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php?mod= peneli tian_detail&sub=PenelitianDetail&act=view&typ=html&buku_id=3814, Accessed Mei 20th 2015.
  12. Syaifudin A., 2013. Proses Produksi Pada Budidaya Jamur Tiram, Blog Jamur Media: http://www.jamurpedia.com/blog/, Accessed March, 5th 2013.