Perancangan dan Implementasi Alat Backwash Air Layak Konsumsi

Erick Sorongan* -  Politeknik Negeri Balikpapan, Indonesia
Saiful Ghozi -  Politeknik Negeri Balikpapan, Indonesia
Emil Azmanajaya -  Politeknik Negeri Balikpapan, Indonesia
Hilmansyah Hilmansyah -  Politeknik Negeri Balikpapan, Indonesia

DOI : 10.24903/jam.v3i1.405

Dampak dari kekurangan air bersih dapat dirasakan secara langsung oleh warga Balikpapan, mulai dari kualitas air yang berbau dan tidak jernih bahkan apabila hal ini terus dibiarkan bisa menyebabkan penyakit menular seperti diare dan tifus. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ketersediaan air bersih layak konsumsi adalah dengan membuat sebuah sistem pencucian air baku atau yang dikenal dengan sebutan backwash. Alat ini dirancang dengan menggabungkan beberapa bahan media yang digunakan untuk filter yang terdiri atas karbon aktif, zeolite, mangan dan pasir silica. Sedangkan proses pemisahan zat berbahaya yang terkandung dalam air baku menggunakan teknik sedimentasi alami sehingga terbebas dari penggunaan bahan kimia. Berdasarkan hasil pengamatan Tim PKM Poltekba di Al Muhajirin, alat ini mampu mengurangi tingkat kandungan mangan dan bakteri yang terbawa dari baku PDAM sehingga ketika ditampung di bak penampungan air sudah siap untuk dikonsumsi. Selain itu juga hasil PKM ini mampu memperpanjang usia media yang dipakai dengan cara penggunaan yang tepat, sehingga kedepan alat ini dapat dikembangkan memiliki kemampuan menghasilkan air bersih yang bisa langsung diminum dari hasil olahan atau treatment lanjutan. 

Keywords
air bersih, backwash, treatment air
  1. Benefield LD. (1990). Morgan JS. Chemical precipitation. In: Pontius FW, editor. Water Quality and Treatmen. A Handbook of Community Water Supplies. 4th ed. New York: McGraw-Hill, 641-708.
  2. Blum, H. et.al. (1995). Public Health Informatics : How Information-Age Technology can Strenthen Public Health, Annu. Rev. Public Health 16: 239-52.
  3. Departemen Kesehatan RI. (2002) Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 907/MenKes/SK/VII/2002. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
  4. Departemen Kesehatan RI, (1990). Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 416/MenKes/Per/IX/1990. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
  5. Kania, D. (2015). Penyakit Akibat Air Kotor dan Sanitasi Buruk. Okezone. Retrieved from https://lifestyle.okezone.com/read/2015/10/15/481/1232392/penyakit-akibat-air-kotor-dan-sanitasi-buruk
  6. Noerhadi Wiyono, Arief Faturrahman, I. S. (2017). Sistem pengolahan air minum sederhana (portable water treatment). Konvesi, 6(1), 27–35.
  7. Rahman, A. Hartono, B. (2004). Penyaringan Air Tanah dengan Zeolit Alami untuk Menurunkan Kadar Besi dan Mangan. Makara, Kesehatan. Vol.8 N0.1: 1-6.
  8. Said, N. I. (1999). Teknologi Pengolahan Air Bersih Dengan Proses Saringan Pasir Lambat “ Up Flow .”
  9. Vaniandayani, N. (2010). Analisis Kualitas Air PDAM Tirta Manggar Kota Balikpapan. Universitas Gadjah Mada.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2019-01-29
Published: 2019-01-31
Section: Articles
Article Statistics: 70 115