Pembinaan UMKM Penyedia Bahan Baku Herbal Bogor dalam Peningkatan Aspek Legalitas dan Produktivitas Ekonomi

Main Article Content

Adisthy Nurqamarani
Ari Juliana
Nadia Nurani Isfarin
Setyo Kuncoro
Dedy Juniadi

Abstract

UMKM berperan penting terhadap “green economic growth” karena berkontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi dan jejak lingkungan baik dalam lingkup nasional maupun dalam lingkup global. Di tengah pandemi global, UMKM sangat penting untuk pemulihan ekonomi mengingat besarnya kontribusinya terhadap sektor tenaga kerja. Pandemi, di sisi lain, meningkatkan kesadaran untuk lebih peduli dengan lingkungan.  Riset menunjukkan semakin banyak pengusaha yang mengalihkan fokus mereka untuk berinvestasi di sector lingkungan, salah satunya adalah mitra abdimas kami, yaitu PT.Akademi Inovasi Indonesia (PT.AVIN). PT.AVIN merupakan UKM yang bergerak di bidang penyediaan bahan baku herbal yang didapatkan dari limbah lingkungan industri dan rumah tangga serta tumbuhan-tumbuhan herbal, seperti daun-daun kering. Kehadiran PT.AVIN yang bergerak di bidang green business perlu diapresiasi. Namun, keterbatasan modal ataupun sarana prasarana seringkali menghambat kemajuan UMKM untuk berinovasi. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra diantaranya alat penunjang produksi yang masih tradisional, belum memiliki izin P-IRT, UKOT dan IEBA, serta tidak mempunyai merek dan label kemasan yang memadai. Dalam program pengabdian masyarakat ini, kami memberikan solusi atas beberapa kendala tersebut diantaranya memberikan bantuan sarana prasarana berupa mesin pengering makanan dan memberikan sosialisasi terkait perizinan perusahaan serta pelatihan desain label. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan abdimas ini, mitra disarankan segera mengajukan izin P-IRT, UKOT dan IEBA sebagai bentuk keseriusan dalam pengembangan bisnis.  

Article Details

How to Cite
Nurqamarani, A., Juliana, A., Isfarin, N. N., Kuncoro, S., & Juniadi, D. (2022). Pembinaan UMKM Penyedia Bahan Baku Herbal Bogor dalam Peningkatan Aspek Legalitas dan Produktivitas Ekonomi. Jurnal Abdimas Mahakam, 6(02), 126-134. https://doi.org/10.24903/jam.v6i02.1434
Section
Articles

References

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). (2018). Pedoman Pemberian Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga. Badan Pengawas Obat Dan Makanan, 1–16.
Bappenas. (2021). Indonesia Green Growth Program. http://greengrowth.bappenas.go.id/faq-id/
Gainau, P. C., & Rawun, Yuli , Rumenser, P. (2021). Pemberdayaan usaha mikro di masa pandemi covid-19 melalui pengolahan buah kelapa di desa kembes 1, kabupaten minahasa. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3, 226–231.
Madani, M. (2011). Agenda Setting Pengelolaan Sampah Pasar di Kota Makassar. Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan, 1(1), 11–24. https://doi.org/10.26618/ojip.v1i1.12
Nugrahani, R. (2015). Peran desain grafis pada label dan kemasan produk makanan umkm. Jurnal Imajinasi, IX(2), 127–136. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/imajinasi/article/view/8846
Selintung, M., Rahim, I. R., & Madarensiwati, P. (2013). Analisa Timbulan dan Komposisi Sampah Rumah Tipe Mewah (studi Kasus Perumahan Bougenville Panakukkang Mas Makassar). Jurnal UNHAS. https://core.ac.uk/download/pdf/25496271.pdf
Sihadi, I. P., Pangemanan, S. S., & Gamaliel, H. (2018). Identifikasi Kendala Dalam Proses Produksi Dan Dampaknya Terhadap Biaya Produksi Pada Ud. Risky. Going Concern : Jurnal Riset Akuntansi, 14(1), 602–609. https://doi.org/10.32400/gc.13.04.21552.2018
Wardhani, M. K., & Harto, A. D. (2018). Studi Komparasi Pengurangan Timbulan Sampah Berbasis Masyarakat Menggunakan Prinsip Bank Sampah di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Jurnal PAMATOR, 11(1), 52–63.
Wariati, A., Fatonah, S., & Khoiruman, M. (2020). Pendampingan Pengurusan Izin Usaha Produk Nuget Jamur Untuk Membangun Kemandirian Ekonomi Dari Kelompok Pkk Desa Gerdu Kecamatan Karang Pandan Kabupaten Karanganyar. Wasana Nyata, 3(2), 86–95. https://doi.org/10.36587/wasananyata.v3i2.519
Wuryasti, F. (2015). Manfaatkan Sampah Nonorganik Jadi Barang Bernilai Ekonomi. Media Indonesia. https://mediaindonesia.com/humaniora/20969/manfaatkan-sampah-nonorganik-jadi-barang-bernilai-ekonomi