Meningkatkan Kesadaran Ekologis Warga di Kawasan Tepian Sungai Karang Mumus di Kota Samarinda

Main Article Content

Sukapti Sukapti
Sri Murlianti

Abstract

Upaya nyata untuk mengatasi pencemaran air Sungai Karang Mumus (SKM) di Samarinda perlu dukungan dari berbagai kalangan. Program Studi Pembangunan Sosial Unmul telah melakukan kegiatan perawatan SKM sejak tahun 2016 bersama komunitas-komunitas lain, namun belum melibatkan masyarakat sekitar. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan  ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat yang tinggal di kawasan tepian SKM di Kelurahan Lempake, Kota Samarinda. Secara khusus, tujuan program adalah meningkatkan pengetahuan tentang ekosistem sungai, meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam gerakan lingkungan penyelamatan sungai dengan berbasis internet. Intervensi pengetahuan dilakukan dengan mengundang narasumber yakni seorang aktivis gerakan restorasi SKM. Setelah tahap intervensi pengetahuan dan wawasan dilakukan, tahap selanjutnya adalah memberikan pelatihan tentang membuat konten YouTube tentang kegiatan penyelamatan lingkungan alam demi kelangsungan kehidupan. Hasil karya video peserta dapat dilihat di link: https://youtu.be/ZsfopQP3s_0   dan https://youtu.be/JFrSDGPACXI. Video yang diunggah tersebut menggambarkan kegiatan warga dalam membersihkan dan menjaga lingkungan. Dari aktivitas lokal di tingkat RT dan desa dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat yang lebih luas.

Article Details

How to Cite
Sukapti, S., & Murlianti, S. (2021). Meningkatkan Kesadaran Ekologis Warga di Kawasan Tepian Sungai Karang Mumus di Kota Samarinda. Jurnal Abdimas Mahakam, 5(02), 131-139. Retrieved from https://journal.uwgm.ac.id/index.php/abdimasmahakam/article/view/1120
Section
Articles

References

Ife, J., dan Tesoriero, F. (2016). Community Development - Alternatif Pengembangan Masyarakat di Era Globalisasi. Jakarta: Pustaka Pelajar.
Imam, S. (2019). Restorasi Air Sungai Brantas (Water restoration of Brantas River). https://www.researchgate.net/publication /335966712 [accessed Feb 22 2021].
Hardjanto, Y.S. (2016). Gerakan Bersih Sungai Karang Mumus yang Kian Menggejala di Samarinda. https://www.mongabay.co.id/2016/02/09/gerakan-bersih-sungai-karang-mumus-yang-kian-menggejala-di-samarinda/
KLHK. (2017). Petunjuk teknis restorasi Kualitas air sungai.
Kompas. (2016). Air Sungai di Indonesia Tercemar Berat. Retrieved 2021, from https://nationalgeographic.grid.id/read/13305060/air-sungai-di-indonesia-tercemar-berat?page=all
Maryono, A. (2007). Restorasi Sungai. GMU Press. Yogyakarta. ISBN 979-420-667-9
Mislan, Sudaryanto, Selly O. Ayub dan Dwi Sukma Hadiati. (2016). “Penyusunan Aksi Restorasi Sub Das Karang Mumus Dalam Perspektif Ketahanan Air”. Prosiding Seminar Nasional Geografi UMS 2018.
Nanang, M. (2021). “Notions of Environtmental Risk Among People Residing Along Karang Mumus River in Samarinda City”. Materi seminar (belum diterbitkan).
Pramono, I.B., Savitri, E., Donnie, S., Basuki, T.M., Supangat, A.B., Cahyono S., Bambang, R. (2016). Restorasi DAS Ciliwung. Penerbitan dan Pencetakan UNS Surakarta. ISBN 978-602-397-015-5.
Suharko & Kusumadewi, C., (2019). Organisasi Masyarakat Sipil dan Restorasi sungai: Studi pada Gerakan Memungut Sehelai Sampah di Sungai Karang Mumus di Kota Samarinda. Vol 14, No.1. Jurnal Sosiologi Reflektif. http://ejournal.uin-suka.ac.id/isoshum/sosiologireflektif/ article/view/1677/1365.
Sulastri, E., Haryadi, F.T., Inaya, E. (2019). Tingkat Kesadaran Ekologis Masyarakat Kampung Laut Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Jurnal Kawistara. Vol 9. No. 1. Hal. 78-90.