Hubungan Faktor Individu Dengan Tingkat Kelelahan Kerja Subyektif Pada Supir Travel Kangaroo Premier di Kota Samarinda

  • Itami Dinarita Universitas Widya Gama Mahakam
  • Akhmad Akhmad Universitas Mulawarman
  • Muhammad Dalhar Ghalib STIKES Muhammdiyah Samarinda
Keywords: Tingkat kelelahan kerja subyektif, faktor individu, pengemudi

Abstract

Lelah bagi setiap orang akan mempunyai arti tersendiri dan bersifat subyektif karena terkait dengan perasaan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya kelelahan kerja antara lain yaitu keadaan monoton, beban kerja, keadaan lingkungan, dan faktor individu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara faktor individu (umur, tingkat pendidikan, masa kerja, dan status gizi) dengan tingkat kelelahan kerja subyektif pada supir.

 

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan wawancara dan pengukuran sebagai metode pengumpulan data sedangkan menurut waktunya adalah cross sectional. Tingkat kelelahan kerja subjektif diukur dengan menggunakan 30 panduan pertanyaan dari IFRC. Populasi penelitian adalah supir Travel Kangaroo Premier yang berjumlah 42 orang. Sampel diambil dari populasi dengan total sampling sehingga didapatkan 42 responden.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 42 responden sebagian besar mengalami tingkat kelelahan rendah sebanyak 25 orang (59,5%) dan 17 orang (40,5%) mengalami tingkat kelelahan sedang. Dari hasil analisa data terdapat hubungan antara faktor individu yang berupa umur (p = 0,019) dan status gizi (p = 0,010) dengan tingkat kelelahan kerja subjektif.

Saran yang diajukan kepada Travel Kangaroo Premier yaitu agar lebih memperhatikan pekerja yang berumur di atas 30 tahun dan memperhatikan status gizi pekerja. Untuk pengemudi travel hendaknya membiasakan diri

untuk melakukan peregangan otot di sela mengemudi atau pun saat beristirahat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Antara News Kalimantan Timur. (2011). 499 Tewas Akibat Kecelakaan Lalin di Kaltim. [Online], Tersedia:http://www.antarakaltim.com/print/3575/499-tewas-akibat-kecelakaan-lalin-di-kalti m. [7 Juli 2014]

Ardhani, Zahra. (2008). Hubungan Faktor Individu dengan Tingkat Kelelahan Kerja Subyektif pada Tenaga Kerja Bagian Pengepakan (Flour Packing) di PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Bogasari Flour Mills Surabaya. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga.

Ariani, Diah. (2009). Tinjauan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kelelahan (Fatigue) pada Pengemudi Bulk Truck PT. BCS Subkontraktor PT. Holcim Indonesia Tbk Plant Narogong tahun 2009. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara .

Badan Pusat Statistik. (2012). Jumlah Kecelakaan, Koban Mati, Luka Berat, Luka Ringan, dan Kerugian Materi yang Diderita Tahun 1992-2012. [Online], Tersedia: http://bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=2&tabel

=1&daftar=1&id_subyek=17&notab=14. [7 Juli 2014].

Budiono, S. (2013). Bunga Rampai Hiperkes dan Keselamatan Kerja. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Depnaker. (2004). Training Material Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Bidang Keselamatan Kerja. Jakarta : Depnaker.

Faizin, A. (2008). “Hubungan Tingkat Pendidikan dan Lama Kerja Perawat dengan Kinerja Perawat di RSU Pandan Arang Kabupaten Boyolali”. Berita Ilmu Keperawatan ISSN 1979-2697. Vol.1, (No.3), September 2008 : 137-142.

International Labour Organization. (2014). Creating

Safe and Healthy Workplaces for All.

Oentoro, S. (2004). Kampanye Atasi Kelelahan

Mental dan Fisik. Jakarta : UI Press

Setyawati, L. (2010). Selintas Tentang Kelelahan Kerja.

Yogyakarta: Amara Books.

Suma’mur. (2011). Higiene Perusahaan dan Kesehatan

Kerja Edisi 2. Jakarta: Sagung Seto.

Wacana Ekonomi. (2014). Kesehatan Pengemudi Faktor Utama Kecelakaan Lalu Lintas. [Online], Tersedia: http://www.unisosdem.org. [7 Juli 2014]

Published
2015-06-01
How to Cite
Dinarita, I., Akhmad, A., & Ghalib, M. D. (2015). Hubungan Faktor Individu Dengan Tingkat Kelelahan Kerja Subyektif Pada Supir Travel Kangaroo Premier di Kota Samarinda. KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(1), 18-22. https://doi.org/10.24903/kujkm.v1i1.843
Section
Articles