PENGARUH PENCAHAYAAN DAN RIWAYAT MEROKOK TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS DIWILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS TEMINDUNG KOTA SAMARINDA TAHUN 2018

  • Apriyani Apriyani Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda
  • Eko Mujianto Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda
  • Muhammad Habibi Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda
Keywords: tuberculosis, pencahayaan, riwayat merokok

Abstract

Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan terbesar di dunia.Indonesia menempati urutan kedua kasus tuberkulosis tertinggi di dunia pada tahun 2016 setelah India.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi fisik rumah dan riwayat merokok terhadap kejadian penyakit tuberkulosis di wilayah kerja UPT Puskesmas Temindung Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi Case Control dengan total sampel sebanyak 48 responden dimana kelompok kasus sebanyak 24 responden dan kelompok kontrol sebanyak 24 responden. Hasil analisis regresi logistik sederhana menunjukkan bahwa tingkat pencahayaan (p=0,023) dengan OR=4,048 dan riwayat merokok (p=0,009) dengan OR=3,244. Dapat disimpulkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian penyakit tuberkulosis adalah tingkat pencahayaan dan riwayat merokok.Diharapkan masyarakat dapat melakukan kebiasaan membuka jendela setiap pagi hari untuk menjaga pencahayaan, kelembaban dan suhu dalam keadaan optimal serta meningkatkan pengetahuan mengenai syarat dan manfaat rumah sehat, tuberkulosis dan bahaya merokok melalui penyuluhan yang dilakukan oleh puskesmas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Azzahra, Zira. (2017). “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Mulyorejo Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang Tahun 2017”. Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Sumatera Utara Medan.

Batool, Aima Iram et al. (2016). Study Of Tuberculosis Associated Workplace Risk Factors Among Coal Miners. Journal Of Entomology and Zoology Studies 2017, 5(1): 609-614, E-ISSN: 2320-7078 P-ISSN: 2349-6800. Pakistan.

Dinas Kesehatan Kalimantan Timur.(2017). Profil Kesehatan Tahun 2016. Samarinda: Dinkes Kaltim.

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017. Jakarta: Kemenkes RI.

Kenedyanti, Evin & Sulistyorini, Lilis.(2017). Analisis Mycobacterium Tuberkulosis Dan Kondisi Fisik Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru. Open Access Under CC BY-SA. Universitas Airlangga. Surabaya.

Lalombo Alfah Yulied, Palandeng Henry & Kallo Vanry D. (2015). Hubungan Kebiasaan Merokok Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Siloam Kecamatan Tamako Kabupaten Kepulauan Sangihie.Ejournal Keperawatan (e-kep), Volume 3.Manado.

Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 67 Tahun 2016 Tentang Penanggulangan Tuberkulosis.

Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1077/Menkes/Per/V/2011 Tentang Pedoman Penyehatan Udara Dalam Ruang Rumah.

Romlah, Laila. (2015). “Hubungan Merokok Dengan Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Setu Kota Tangerang Selatan”.Skripsi Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta.

Sari, Anis Ratna. (2016). “Hubungan Antara Sanitasi Rumah Dengan Kejadian TB Paru Pada Ana Di Wilayah Kerja Puskesmas Wedung 1 Kabupaten Demak”.Skripsi Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Semarang.

Sayuti, Jalaludin. (2013). Asap Sebagai Salah Satu Faktor Risiko Kejadian TB Paru BTA Positif. Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) IV,p.13,2013. Magister Teknik Informatika. Fakultas Teknologi Industri. Universitas Islam Indonesia.

Tobing, Lumban T, (2015). Pengaruh Penderita TB Paru dan Kondisi Fisik Rumah Terhadap Pencegahan Potensi Penularan TB Paru Pada Keluarga di Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2015.Tesis Program Pasca Sarjana. Universitas Sumatera Utara.

UPT Puskesmas Temindung.2017. Laporan Bulanan Program TB Bulan Oktober Tahun 2017.Samarinda. 2017.

Vindrahapsari, Rizka Tiara. (2016). Kondisi Fisik Dan Jumlah Bakteri Udara Pada Ruangan AC dan Non AC di Sekolah Dasar Sang Timur Semarang. Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Semarang.

Wanti et al. (2015). Relationship Between House Condition And Tuberculosis Incidence In Timor Tengah Utara District. International Journal Of Science: Basic and Applied Research (IJSBAR) ISSN 2307-4531 (2015) Vol. 21 No. 1, pp 344-349.

World Health Organization (WHO).(2016). WHO Global Tuberculosis Report 2016.http://www.who.int/tb/data/en/ ,Diakses pada tanggal 19 Januari 2018.

World Health Organization (WHO). (2018). Key Facts About Tuberculosis. http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/tuberculosis, diakses pada 07 Juni 2018.

Published
2018-12-18
How to Cite
Apriyani, A., Mujianto, E., & Habibi, M. (2018). PENGARUH PENCAHAYAAN DAN RIWAYAT MEROKOK TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS DIWILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS TEMINDUNG KOTA SAMARINDA TAHUN 2018. KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(2), 53-60. https://doi.org/10.24903/kujkm.v4i2.461
Section
Articles