STUDI ANALISIS HADIS TENTANG LOMBA MEMASAK

Takhrij dan Fiqh Hadits

  • Al Hafid Ibnu Qayyim Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Studi Analisis Hadis tentang Lomba Memasak. Metode analisis dengan menggunakan pendekatan Content Analisys, yaitu metode penelitian yang ditujukan untuk menjelaskan suatu masalah yang bersifat teoritik secara filosofis dan normatif berdasarkan isi atau materi yang terdapat dalam berbagai literatur atau teks, dan juga menggunakan metode takhrij hadis, yaitu dengan cara meneliti kasahihan sanad dan matan hadis, serta metode fikih, yaitu dengan cara meneliti hadis yang bertujuan untuk menghasilkan istinbath hukum. Analisis yang digunakan dengan memuat sejumlah kegiatan seperti mengurai, membedakan, memilah sesuatu untuk digolongkan dan dikelompokkan kembali menurut kriteria tertentu kemudian dicari kaitannya dan ditafsir maknanya.

            Penelitian ini akan membahas tentang konsep lomba memasak yaitu sebuah kegiatan olah raga yang merupakan ketangkasan beberapa pihak dalam mengolah (membuat) berbagai macam penganan, lauk-pauk, dsb dan cara (aturan hal) memasak berbagai macam penganan, lauk-pauk, dsb. Dan diharapkan makanan yang dimasak adalah makanan yang halal dan baik memberikan nutrisi yang baik bagi tubuh dan untuk perkembangan otak. Dan juga merupakan kegiatan menyiapkan makanan untuk dimakan dengan cara memanaskan pada bahan makanan agar bahan makanan tersebut bisa dikonsumsi. Di mana memasak itu sendiri terdiri dari berbagai macam metode, teknik peralatan, dan kombinasi bumbu dapur untuk mengatur rasa memudahkan makanan untuk dicerna dan mengubah makanan dari segi warna, rupa, rasa, tekstur, penampilan dan nilai nutrisi.

Dalam hal lomba memasak, terdapat dua pihak yang ikut dalam perlombaan berarti dua pihak ingin mengalahkan pihak yang lain. Namun pemahaman titik tekan atas pelarangan Nabi tersebut bukanlah pada memakan makanan yang telah diperlombakan, namun lebih disebabkan adanya unsur kebanggaan diri pada dua orang yang saling berlomba. Pelarangan tersebut dikarenakan adanya unsur pamer atau ingin dipuji orang lain. Sehingga kegiatan yang sebenarnya berawal mempunyai muatan positif justru dapat menimbulkan perbuatan yang negatif atau kesombongan diri. Pandangan ulama terhadap kegiatan lomba memasak pada dasarnya tidak adanya pelarangan manakala adanya unsur motivasi yang baik. Namun pelarangan diberlakukan manakala terdapat unsur yang tidak baik seperti sikap riya’ dan kesombongan diri jika hal ini dilakukan.

Kata kunci: lomba, memasak, hadis, sombong, riya’.

Published
2020-09-24
How to Cite
Ibnu Qayyim, A. H. (2020). STUDI ANALISIS HADIS TENTANG LOMBA MEMASAK: Takhrij dan Fiqh Hadits. Jurnal Ekonomika : Manajemen, Akuntansi, Dan Perbankan Syari’ah, 9(2), 1-8. https://doi.org/10.24903/je.v9i2.985
Section
Articles