Pemanfaatan Sampah Plastik menjadi Ecobrick di Kampung Pelangi Samarinda

Abstract

Sistem pengelolaan sampah di Kota Samarinda belum terlaksana secara efektif dan efisien, serta tidak terlihat akan pelaksanaan peraturan daerah khususnya peraturan pengelolaan sampah yang dilaksanakan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Samarinda No. 2 Tahun 2011.  Persoalan ini disebabkan tidak terlaksananya program DKP secara efektif dan berkelanjutan serta menjangkau seluruh lapisan masyarat, baik program sosialisasi sistem pemilahan sampah, pengolahan sampah menjadi composting maupun mendaur ulang sampah pelastik serta pemasaran produk dari hasil daur ulang belum diakomodir secara efisien dan berkelanjutan.  Ketidak aktifan bank ramah lingkungan (bank ramli), sarana seperti Mobil truk pengankut sampah dari TPS ke TPA tidak memadai, serta   ketersediaan TPS tidak merata di seluruh kota dan sekitanya.  Tujuan pengabdian masyarakat yang dilakukan, untuk memberikan pengetahuan mengenai jenis-jenis sampah, cara pemilahannya, cara pengolahan sampah pelastik dan dampak sampah pelastik.  Metode yang digunakan observasi, advokasi, penyuluhan, proses pembuatan ecobrick dan evaluasi.  Hasil pengabdian kepada masyarakat antara lain, pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang jenis-jenis sampah, cara pemilahan,  pengolahan dan dampak sampah pelastik meningkat, hal ini bisa terlihat dari hasil evaluasi yang dilakukan enam hari setelah kegiatan peraktek pengolahan sampah pelastik dengan cara ecobrick, semangat dan antusiasnya ibu-ibu di kampung pelangi di dampingi oleh karang taruna dalam pembuatan ecobrick tetap berlanjut, sehingga mengurangi sampah pelastik yang bertebaran di Kampung Pelangi Jalan dr.soetomo gang 4A block kolam Kelurahan Sidodadi Samarinda Ulu.

Published
2020-07-09
How to Cite
Rosdiana, R., & Sumadi, S. (2020). Pemanfaatan Sampah Plastik menjadi Ecobrick di Kampung Pelangi Samarinda. Jurnal Abdimas Mahakam, 4(02), 245-250. https://doi.org/10.24903/jam.v4i02.913

Most read articles by the same author(s)