Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja

  • Natiqotul Fatkhiyah STIKes Bhakti Mandala Husada Slawi
  • Masturoh Masturoh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Mandala Husada Slawi
  • Dwi Atmoko Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Mandala Husada Slawi
Abstract views: 84 , PDF downloads: 41

Abstract

Masa remaja adalah periode transisi dari anak-anak hingga dewasa. Periode ini sangat penting dalam menentukan masa depan bangsa. Kesehatan dalam reproduksi remaja meliputi fungsi, sistem, dan proses dalam reproduksi. Edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja merupakan hal penting sebagai upaya menghindari kekerasan dan penyimpangan seksual berbasis gender bagi remaja . Kurangnya edukasi terhadap hal yang berkaitan  dengan reproduksi mampu  memicu terjadinya hal-hal yang tak diinginkan di antaranya seks bebas, kekerasan seksual dan perilaku menyimpang . lnstitusi sebagai wahana yang tepat untuk menyampaikan pemahaman kesehatan reproduksi remaja dengan tepat, selain peran orang tua dan keluarga. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi kesehatan reproduksi remaja yang meliputi tumbuh kembang remaja dan permasalahan kesehatan reproduksi remaja. Sasaran kegiatan adalah siswa klas XII SMK Semesta Bumiayu Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah sejumlah 150 remaja.  Hasil kegiatan remaja proaktif dalam diskusi terkait permasalahan kesehatan reproduksi dan mengetahui periode pubertas serta tahapan tumbuh kembang remaja . Perlunya edukasi kesehatan reproduksi dengan metode kognitif dan proaktif lebih menekankan bagaimana dalam kegiatan pembelajaran remaja diajak untuk berpartisipasi atau terlibat aktif (ranah proaktif) mengutarakan pendapatnya tentang suatu topik (ranah kognitif) . Metode kognitif-proaktif dapat dilakukan antar teman sebaya, peer group, ataupun dengan seorang fasilitator.

References

Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak Reproduksi & Pusdiklat BKKBN. 2006.

Modul Workshop Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja

Dianawati, Ajen. 2006. Pendidikan Seks Untuk Remaja. Jakarta: PT. Kawan Pustaka.

Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kemenkes RI, 2010.

Donovan P. School based sexuality education: the issues and challenges. Family Planning Perspectives 2008; 30, 4: 188-193

Fitriana, R., Nur, D. R., & Arbain, A. (2017). Pelatihan dan Simulasi IELTS bagi Mahasiswa dan Dosen di Lingkungan Fakultas Pendidikan dan Keguruan Program Studi Bahasa Inggris Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda. Jurnal Abdimas Mahakam, 1(2), 88–95.

Notoadmodjo, S. 2010. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.

Pakasi, Diana T & Reni.K. 2013. Antara Kebutuhan dan Tabu: Pendidikan Seksualitas dan Kesehatan Reproduksi bagi Remaja di SMA. Makara Seri Kesehatan, 2013, 17(2): 79-87.

Potter dan Perry. 2009. Fundamental of Nursing Buku I Edisi 7. Jakarta: Salemba Medika.

Survei Kesehatan Reproduksi Remaja, Kemenkes RI, 2007.

Tarigan, A. 2010. Efektivitas Metode Ceramah dan Diskusi Kelompok terhadap Pengetahuan dan Sikap tentang Kesehatan Reproduksi pada Remaja di Yayasan Pendidikan Harapan Me kar Medan. Respiratory Disertasi Universitas Sumatera Utara. Medan.

Yuniarti, Debi. 2007. Pengaruh Pendidikan Seks Terhadap Sikap Mengenai Seks Pranikah Pada Remaja. Jakarta: Fakultas Psikologi, Universitas Gunadarma.

Laman Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Tahun 2010. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). (online) diakses pada 27 September 2019

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). 2012. Genre Goes To School: Yang Muda Harus Berencana. (online). diakses pada 27 September 2019.

Published
2020-01-29
How to Cite
Fatkhiyah, N., Masturoh, M., & Atmoko, D. (2020). Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja. Jurnal Abdimas Mahakam, 4(1), 84-89. https://doi.org/10.24903/jam.v4i1.776
Section
Articles