Analisis kualitatif Gambaran Pemberian Susu Formula Pada Balita 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran Kota Samarinda

  • Muhammad Riski Universitas Widya Gama Mahakam
  • Bernatal Saragih Universitas Mulawarman
  • Sayidi Sukemi Balai Pelatihan Kesehatan Kalimantan Timur
Keywords: Pemberian susu formula, balita, puskesmas palaran

Abstract

Latar Belakang:

Cakupan Balita diberi susu formula di Puskesmas Palaran Kota Samarinda mengalami data yang berfluktuatif pada 3 tahun terakhir, tahun 2015 ada 27,63%, tahun 2016 ada 15%, dan tahun 2017 ada 57,59%, yang terjadi di Puskesmas Palaran.

Tujuan :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemberian susu formula dan faktor yang mempengaruhi pemberian susu formula pada balita 6-24 bulan, penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran Kota Samarinda.

Metode Penelitian:

Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, pendekatan menggunakan Fenomenologi dengan menggunakan wawancara mendalam pada 5 Orang Tua Balita dan 1 petugas Kesehatan.

Hasil :

Dari hasil penelitian dapat diketahui gambaran pemberian susu formula pada balita kurangnya pemahaman dan pengetahuan orang tua dalam pemilihan, pembuatan, sterilisasi dan frekuensi. Faktor yang berhubungan dengan pemberian susu formula adalah kurangnya pengetahuan ibu yang mempengaruhi pemberian susu formula dan faktor ekonomi kemudian pengaruh dari kehamilan dan ASI ibu yang tidak keluar sehingga anaknya diberikan susu formula.

Kesimpulan:

Pemberian susu formula pada balita 6-24 bulan dari segi pemilihan merk susu formula dan prilaku ibu berhubungan dengan anggota keluarga, tetangga dan iklan ditelevisi, pembuatan, sterilisasi, pemberian dan frekuensi serta faktor kurangnya pengetahuan ibu yang mempengaruhi prilaku pemberian susu formula danr ekonomi keluarga semakin tinggi cenderung untuk memberikan susu formula. Faktor-faktor tersebutlah yang mempengaruhi ibu untuk memberikan balitanya susu formula sehingga gagal ASI esklusif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amirudin, Ridwan. (2006). Promosi Susu Formula Menghambat Pemberian ASI Eklusif. http://ridwanamirudin.wordpress.com/2

/04/26/susu-formula-menghambat-p emberian-asi-esklusif/. diakses 19 September 2018.

Amstrong, Gary dan Philip, Kotler. (2002).

Manajemen Pemasaran.http://ejournal.adbisnis.fisip-unmul.ac.id.do c. diakses 27 Agustus 2019.

Almatsier, S. (2005). Prinsip dasar ilmu gizi. http://lusa.afkar.id/konsep-dasar-ilmu-gizi. diakses 27 Agustus 2019.

Anita. (2012). Hubungan antara Tingkat Pendidikan Ibu Dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia 7-24 Bulan di Posyandu DesaTembakrejo Tempel Sleman,Yogyakart.http://digilib.unisayogya. ac.id/435/1/ernisa%20sarah%20husnain_20 1410104006_naskah%20PUBLIKASI.pdf diakses 4 Desember 2018.

Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian Satu Pendekatan Praktik. https;//www.google.com/amp/s/docplayer.in fo/amp/46088688/prosedur-penelitian-menu rut-arikunto-2006-151-metode-penelitian-ad alah-cara-yang.html. diakses 25 Agustus 2019.

Arifin, S. (2004). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI oleh Ibu Melahirkan. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Sumatera Utara.

Basuki, Sulistyo. (2006). Metode Penelitian. https:www.acedemia.edu/5349863/metodol ogi-penelitian. diakses 27 Agustus 2019

Departemen Kesehatan RI. (2007). Pedoman Umum Gizi Seimbang. Jakarta: Departemen Kesehatan RI .

Engle, P.L. dan Lhotska, L. (1999). Peran Perawatan Dalam Tindakan Peogrammatik untuk nutrisi.. https://jounals.sagepub.com/doi/abs/10.117

/15648265990200011. Diakses 27 Agustus 2019.

Ghony Djunaidi dan Almanshur Fauzan. (2012). Metodologi Penelitian kualitatif. http://blogspot.com/2017/09/netodologi-penelitian-kualitatif-m-djunaidi-ghony-fauzan-a lmanshur.html. diakses 27 Agustus 2019.

Hegar, Dr.SpA(K). phD. Badriul. (2013). Mengenal Alergi Susu Sapi Pada Anak http://www.ida.or.id/artikel/seputar-kesehat an-anak/mengenali-alergi-susu-sapi-anak-a nak. diakses 21 Juli 2019.

Herdiansyah, H. (2012). Metodologi penelitian kualitatif untuk ilmu sosial. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id. diakses 28 Agustus 2019.

Judarwanto. (2013). Kelainan Bawaan dan Status Gizi. http://newbornclinic. Wordpress.com. diakses 28 Agustus 2018.

Khasanah, Nur. (2011). ASI atau Susu Formula. http://stikesyahoedsmg.ac.id/ojs/index.iphp/s jkb/article/vie/135/pdf. diakses 27 Agustus 2019.

Kuswarno, Engkus. (2009). Metedologi Penelitian Komunikasi Fenomenologi; Konsepsi, Pedoman, dan Contoh Penelitian. http://juralaspikom.org/index.php/aspikom/a rticle/vie/154/126. diakses 27 Agustus 2019.

Mardeyanti. (2007). Hubungan Faktor Pekerjaan Dengan Keputusan Ibu Memberikan ASI Esklusif di RSUP DR. Sardjito Yogyakarta. http://repository.usu.ac.id. diakses 19 November 2018.

Meleong L.J. (2010). Metodelogi Penelitian Kualitatif. http://library.um.ac.id. diakses 27 Agustus 2019.

Miles dan Huberman. (2000), langka-langkah analisis data. http://.ww.unila.ac. id/3240/17/BAB% 2011.pdf. diakses padatanggal 16 agustus 2018.

Mufidah. (2013). Sindrom Turner. http://wafifmufidafk12.web.unair.ac.id/artike ldetail-68306-1%20BioMed-Sindrom%20T uner.html. Diakses 9 September 2011.

Mutiara dan Ruslianti. (2007). Pola Asuhan Makanan Bayi. https://id.scribd.com/doc/38304892. Diakses 28 Agustus 2019.

Muthmainnah, Fithtiatul. (2010). Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Dalam Menberikan Makanan Pendamping Air Susu Ibu Di Puskesmas Pamulang. Program Studi Ilmu Keperawatan. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Keehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta.

Nasar. (2005). Makanan Bayi dan Ibu Menyusui.

http://books.google.co.id/books id=sxclyak_ewuc.sitesec=buy.hl=id.source= gbs_vpt_read. diakses 27 Agustus 2019.

Nugraha. (2013). Hubungan Frekuensi Diare Dengan Status Gizi Balita Penderita Diare Di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Cipedes Kota Tasikmalaya 2012. http://Journal.unsil.ac.id/jurnalunsil.diakses 28 Agustus 2018.

Nagiga, Arty NW. (2009). Penyakit Anak Sehari-hari. http://research-dashboard.binus.ac.id. diakses 28 Agustus 2019.

Oddy, Peat, dan de Klerk. (2003). Mencegah dan Mengatasi Alergi dan Asma Pada Balita. http://eprints.ums.ac.id. diakses 28 Agustus 2019.

Pangestuti, Ratna Dewi. (2006). Karakteristik Konsumen Susu Formula Balita. http://www.unicef.org/indonesia/id/media_1 2924.html diakses tanggal 17 September 2018.

Praptiani. (2012). Kelemahan Susu Formula.http://digilib.unimus.ac.id/files/di sk1/ 149/jtptunimus-gdl-nurazizahg-7428-3pdf. diakses 9 September 2018.

Purwanti. (2004). Konsep Penerapan Asi Esklusif. http://cyberchmk.net.ojs/index.php/kesehatan/artic le/view/33. diakses 28 Agustus 2019.

Published
2020-03-03
How to Cite
Riski, M., Saragih, B., & Sukemi, S. (2020). Analisis kualitatif Gambaran Pemberian Susu Formula Pada Balita 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran Kota Samarinda. KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2), 72-82. https://doi.org/10.24903/kujkm.v5i2.834
Section
Articles