Perbandingan efektivitas abate dengan bubuk biji pepaya (carica papaya linnaeus) dalam menghambat larva Nyamuk Aedes Aegypti

  • M. Kafit Kafit Universitas Ibnu Sina

Abstract

Latar Belakang: Penyakit yang ditularkan nyamuk seperti DBD (Deman Berdarah Dengue) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas abate dengan bubuk biji pepaya (carica papaya linnaeus) dalam menghambat larva nyamuk Aedes aegypti.

Metode: Metode dalam penelitian ini yakni penelitian eksperimen atau percobaan (experimental research). Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah True-exsperiment dengan desain penelitian Posttest Only Control Design. Sampel dalam penelitian ini larva Aedes aegypti instar III.

Hasil: Perbandingan Efektivitas Abate dengan Bubuk Biji Pepaya (Carica papaya Linnaeus) dalam menghambat Larva Nyamuk Aedes aegypti yakni rata – rata kematian larva pada abate 6.8000 dengan simpang baku 7.55425, sedangkan rata – rata kematian larva sebuk biji papaya (Carica Papaya Linnaeus) 4.7000 dengan simpang baku 7.48406. dengan uji independent tes didapatkan signfikansi p = 0.540 (p = < 0.05), berarti tidak ada perbedaan bermakna diantara kematian larva yang disebabkan abate dengan serbuk biji papaya.

Kesimpulan: Diharapkan masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan tempat tinggalnya dengan selalu menjaga kebersihan baik didalam rumah maupun diluar rumah

Kata Kunci: Abate, Bubuk Biji Pepaya, Larva Nyamuk Aedes Aegypti

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arif Dwi Nugroho, 2011. Kematian Larva Aedes Aegypti Setelah Pemberian Abate Dibandingkan Dengan Pemberian Serbuk Serai. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Universitas Negeri Semarang.

Depkes RI, (2010) Visi dan Misi Pembangunan Kesehatan. Diakses dari
(http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin%20dbd%202016.pdf. Diakses 2 Maret2017).

Kemenkes, RI, (2011), Modul Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Demam Berdarah Dengue. Jakarta: Ditjen p2p & PL

Yudahastuti, R (2011). Pengendalian Vektor dan Rodent. Pustaka Melati Surabaya

Soedarto. (2012). Demam Berdrah Dengue (Dengue Haemoohagic fever). Jakarta: Anggota IKAPI

Dinkes Kota Batam. (2015) Data Penderita Demam Berdarah Dengue. file:///C:/Users/Asus/Documents/jurnal/NARASI%20PROFIL%20KESEHATAN%20KOTA%20BATAM%202014_OKE_26_Okt_2015.pdf

Yusmidiarti.H (2014). EFEKTIVITAS Bubuk Biji Pepaya (Carica Papaya Linnaeus) Sebagai Larvasida Aedes Aegypti. Politektik Kesehatan Bengkulu, Kesehatan Lingkungan, Kota Bengkulu.

Niken. (2014). EFEKTIVITAS Ekstrak Biji Pepaya (Carica Papaya l) Sebagai Anti Bakteri Terhadap Bakteri Escherichia coli. Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Soedarto. (2013). Lingkungan dan Kesehatan. CV Sagung Seto. Jakarta.

Inge Sutanto (Eds). (2009). Parasitologi Kedokteran. Jakarta. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Ivan Veriswan. (2006). Perbedaan Efektivitas Abate dengan Papain dalam Menghambat Pertumbuhan Larva Aedes Aegepty. Artikel Ilmiah. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Tomuka. (2013). Penerapan di Masyarakat. Diakses dari http://eprints.uny.ac.id/9331/3/bab%202-08208241006.pdf, Diakses 15 Maret 2017.

Tosepo R (2016). Epidemiologi Lingkungan Teori dan Aplikasi. Bumi Medika Jakarta.

Chandra. B (Ed) (2008). Metodeologi Pendidikan Kesehatan. Buku Kedokteran EGC Jakarta.

Notoatmodjo Soekidjo (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta.

Sugiyono (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. CV alfabeta, Bandung.
Published
2021-05-20
How to Cite
Kafit, M. K. (2021). Perbandingan efektivitas abate dengan bubuk biji pepaya (carica papaya linnaeus) dalam menghambat larva Nyamuk Aedes Aegypti. KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(2). https://doi.org/10.24903/kujkm.v6i2.1102
Section
Articles